Selamat Datang Di Portal Media Dan Informasi TPP Kabupaten Pasangkayu Provinsi Sulawesi Barat.

Senin, 22 Juni 2026

Perkuat Sinergi dan Kinerja, TAPM Kabupaten Pasangkayu Gelar Rapat Koordinasi di Wisata Desa Batu Oge

 

BATU OGE – Dalam rangka mengevaluasi kinerja sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga pendamping di lapangan, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Pasangkayu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) berkala. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh Pendamping Desa (PD) dan Pendamping Lokal Desa (PLD) se-Kabupaten Pasangkayu.

Suasana rakor kali ini terasa berbeda karena dilaksanakan di kawasan Wisata Desa Batu Oge, Senin (22/06/2026). Selain memfokuskan diri pada agenda kerja, pemilihan lokasi outdoor ini juga diharapkan dapat menyegarkan pikiran para peserta agar tetap solid dalam mengawal pembangunan desa.

Pembahasan Agenda Strategis Pembangunan Desa

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh jajaran TAPM Kabupaten Pasangkayu dengan membagi pembahasan ke dalam beberapa materi krusial. Setiap materi dipaparkan secara detail oleh para tenaga ahli sesuai bidang fokus masing-masing:


1. Evaluasi Kinerja dan Administrasi Digital (Oleh: Hasmiati)

  • Evkin Triwulan II: Menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap capaian kerja PD dan PLD selama triwulan kedua tahun berjalan demi memastikan target program kerja tercapai.
  • Tata Cara Pengisian DRP Baru: Penjelasan mendalam mengenai mekanisme pengisian Daily Report Program (DRP) format terbaru agar pelaporan harian berjalan lebih tertib dan akurat.
  • Upload Dokumen APBDes & Aplikasi eHDW: Instruksi percepatan unggah dokumen APBDes bagi 5 desa strategis, sekaligus optimalisasi penggunaan aplikasi electronic Human Development Worker (eHDW) untuk pemantauan stunting di desa.

2. Publikasi, Kapasitas, dan Penanganan Masalah (Oleh: Mauliddin Syam)

  • Media dan Informasi serta Peningkatan Kapasitas: Menekankan pentingnya peran pendamping dalam mengelola informasi publikasi desa serta strategi berkelanjutan dalam mendongkrak kapasitas diri TPP di lapangan.
  • Pengaduan dan Penanganan Masalah: Pembekalan mengenai langkah-langkah taktis dan legal dalam menerima, menyaring, serta menyelesaikan dinamika maupun pengaduan masalah yang muncul di tingkat desa.

3. Penyaluran Anggaran dan Data Target (Oleh: Hendri Setiawan Hapil)

  • Pembayaran BLT dan Penyaluran DD: Pemantauan progres realisasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa agar tepat waktu, disandingkan dengan evaluasi kelancaran tahapan Penyaluran Dana Desa (DD).
  • BNBA (By Name By Address): Validasi data penerima manfaat secara mendetail berdasarkan nama dan alamat agar intervensi program pemerintah di desa terdistribusi tepat sasaran.

4. Optimalisasi Pemanfaatan Dana Desa (Oleh: Andi Deddy Yahya)

  • Pemanfaatan Dana Desa 2026: Pemaparan arah kebijakan, regulasi, dan prioritas utama pemanfaatan Dana Desa anggaran tahun 2026 agar alokasinya benar-benar menyentuh sektor produktif dan esensial bagi masyarakat desa.

Melalui pelaksanaan rakor ini, seluruh Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Kabupaten Pasangkayu diharapkan dapat pulang membawa pemahaman yang seragam. Sinergi yang kuat antara TAPM, PD, dan PLD menjadi kunci utama guna memastikan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan warga.

Sumber berita: TPP Kab. Pasangkayu

Rabu, 03 Juni 2026

Tingkatkan SDM, Pemdes Dapurang Tuntas Bangun Balai Pelatihan Masyarakat

 



DAPURANG (04 Juni 2026)– Pemerintah Desa (Pemdes) Dapurang, Kecamatan Dapurang, sukses menuntaskan pembangunan fisik berupa Balai Pelatihan Masyarakat. Fasilitas gedung baru yang representatif ini dibangun dengan menelan anggaran kurang lebih sebesar Rp200 juta yang bersumber dari Dana Desa (DD).

Pembangunan balai pelatihan ini menjadi salah satu program prioritas Pemdes Dapurang dalam rangka menyediakan ruang representatif guna mendukung peningkatan kapasitas, keterampilan, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Kepala Desa Dapurang (Nasaruddin) menyampaikan bahwa keberadaan gedung ini diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan edukatif, mulai dari pelatihan bagi kelompok tani, pelaku UMKM, kader posyandu, kelembagaan desa, hingga pelatihan keterampilan bagi generasi muda.

"Alhamdulillah, pembangunan gedung Balai Pelatihan Masyarakat ini telah rampung 100 persen. Kami ingin masyarakat memiliki fasilitas yang layak dan nyaman untuk belajar, berdiskusi, serta mengasah keterampilan mereka," ujarnya.

Dukungan Terhadap Pemberdayaan Ekonomi dan Kelembagaan

Selama ini, pelaksanaan pelatihan atau musyawarah desa seringkali harus memanfaatkan ruang kantor desa yang terbatas atau menyewa tempat lain. Dengan selesainya balai pelatihan ini, Pemdes Dapurang kini memiliki fasilitas mandiri yang multifungsi.

Pihak Kecamatan Dapurang turut memberikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Desa Dapurang dalam merealisasikan anggaran desa secara transparan dan berorientasi pada program jangka panjang (pembangunan manusia).

Rampungnya proyek ini juga mendapat respon positif dari warga setempat. Warga berharap dengan adanya balai pelatihan yang baru, program-program pemberdayaan dan pembinaan ekonomi dari pemerintah pusat maupun daerah dapat lebih maksimal terserap dan diaplikasikan oleh masyarakat Desa Dapurang.

Dengan tuntasnya pembangunan fisik ini, Pemdes Dapurang selanjutnya akan fokus pada pengisian


fasilitas pendukung di dalam gedung serta penyusunan agenda-agenda pelatihan berkala demi mendongkrak kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal.

Sumber berita Pemerintah Desa Dapurang

Rabu, 06 Mei 2026

Perkuat Tata Kelola Desa, Pemkab Pasangkayu Gelar Workshop Penggunaan Dana Desa Tahun 2026

 

Bupati Kab. Pasangkayu bersama Narasumber
 

PASANGKAYU – Dalam upaya meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan di tingkat desa, Pemerintah Kabupaten Pasangkayu menyelenggarakan Workshop Dana Desa bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Pasangkayu, Rabu (6/5/2026).

Acara yang menghadirkan narasumber tingkat nasional dan wilayah ini dibuka secara resmi oleh Bupati Pasangkayu. Workshop ini diikuti oleh jajaran Kepala OPD terkait, Camat se-Kabupaten Pasangkayu, serta seluruh Kepala Desa se-Kabupaten Pasangkayu dan Koordinator Kabupaten Tenaga Pendamping Profesional. Jalannya diskusi dipandu langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Pasangkayu selaku moderator.

Fokus Strategis Tahun 2026

Workshop ini membedah empat pilar utama dalam pengelolaan desa untuk menghadapi tantangan tahun anggaran 2026:

  1. Arah Kebijakan Pusat Dr. H. Dwi Rudi Hartoyo, S.Sos., M.Si. (Direktur Advokasi dan Kerjasama Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT) memaparkan materi mengenai Pelaksanaan Kebijakan Penggunaan Dana Desa Tahun 2026. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap Peraturan Menteri Desa Nomor 16 Tahun 2025 sebagai kompas utama pembangunan desa.
  2. Sinergi Penyaluran Keuangan Pihak Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Barat menjelaskan secara mendalam mengenai Mekanisme Penyaluran dan Pertanggungjawaban Dana Desa. Hal ini bertujuan untuk meminimalisir kendala administratif yang sering menghambat pencairan anggaran di daerah.
  3. Kemandirian dan Ekonomi Desa Anggota DPD RI, Jupri Mahmud, SE, membawakan materi terkait Pemberdayaan Masyarakat untuk Peningkatan Kemandirian Desa. Ia mendorong para Kepala Desa untuk lebih kreatif dalam menggali potensi lokal agar desa tidak hanya bergantung pada dana transfer, tetapi mampu berdikari secara ekonomi.
  4. Pengawasan dan Akuntabilitas Kepala Perwakilan BPKP hadir memberikan penguatan terkait materi Mendorong Akuntabilitas Keuangan dan Pembangunan Desa. BPKP menekankan bahwa transparansi bukan hanya kewajiban administratif, melainkan perlindungan hukum bagi para perangkat desa dalam bekerja.

 Harapan Pemerintah Daerah

Dalam sambutannya, Bupati Pasangkayu berharap agar melalui workshop ini, tidak ada lagi keraguan bagi Kepala Desa dalam mengambil kebijakan pembangunan.

"Dana Desa harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat. Dengan hadirnya para pakar hari ini, saya minta seluruh Kepala Desa menyerap ilmu setuntas mungkin agar tata kelola keuangan kita semakin bersih dan tepat sasaran," ujar Bupati.

Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat antara regulasi pusat, pengawasan keuangan, dan implementasi di lapangan demi kemajuan desa-desa di Kabupaten Pasangkayu pada tahun 2026 mendatang.

Sumber Berita DPMD dan TPP Kab. Pasangkayu.

Perkuat Sinergi dan Kinerja, TAPM Kabupaten Pasangkayu Gelar Rapat Koordinasi di Wisata Desa Batu Oge

  BATU OGE – Dalam rangka mengevaluasi kinerja sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga pendamping di lapangan, Tenaga Ahli Pemberdayaan M...